Pertanian

Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan, Dintan Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Tebar Ratusan Ribu Benih Ikan

Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan, Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Tebar Ratusan Ribu Benih Ikan

 

SEPUTARBANJAR.COM,BANJARNEGARA – Sebanyak 400 ribu lebih benih ikan nila, nilem dan graskap ditebar di sejumlah perairan umum (sungai) di Kabupaten Banjarnegara , Jawa Tengah pada bulan April dan Mei 2019 kemarin.
Jenis ikan nila, nilem dan graskap dipilih karena keduanya merupakan ikan yang cepat berkembang biak dan aman dari predator.
Selain itu ikan ini mudah beradaptasi dengan mengandalkan plankton dan ketika air sungai tidak terlalu dalam, maka perkembangbiakannya bisa lebih cepat.
“Dua bulan sampai tiga bulan sudah bisa dipanen. Silakan jika sudah saatnya masyarakat bisa menangkap ikan di sungai ini. Lokasi-lokasi penebaran benih sangat mendukung karena memang sudah dipilih,” terangnya.

Dinas Pertanian, Perikanan Dan Ketahanan Pangan melibatkan masyarakat dalam menebar ikan, harapannya mereka juga ikut menjaga ekosistem di sungai tersebut. (foto/Mochamad Anhar)

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah pusat, yakni gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan).
Ratusan ribu benih ikan tersebut di tebar di 9 titik di wilayah Kabupaten Banjarnegara yaitu di Desa Karangsari Desa Klapa, Desa Badakarya, Desa Kecepit dan Desa Punggelan Kecamatan Punggelan.
Selain di Kecamatan Punggelan, Restocking juga dilakukan di Desa Pingit dan Desa Adipasir Kecamatan Rakit,Desa Sokayasa Kecamatan Banjarnegara dan Desa Pagentan Kecamatan Pagentan.
“Banjarnegara dikenal sebagai salah satu penghasil ikan budidaya terbesar di Jawa Tengah,namun tingkat konsumsi ikan masyarakat masih rendah, ” kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara Totok Setya Winarno Selasa (14/5/2019).
Sementara Kepala Bidang Perikanan pada Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara Mochamad Riyanto menambahkan, dengan program restocking tersebut diharapkan masyarakat akan semakin mudah untuk mendapatkan ikan di perairan umum seperti sungai untuk di konsumsi keluarga.
“Kami berharap sungai menjadi sumber bagi masyarakat untuk mendapatkan ikan,”jelasnya.
Namun Riyanto mengingatkan kepada masyarakat agar benih ikan yang baru ditebar tidak langsung ditangkap namun dibiarkan selama 3 hingga 4 bulan kedepan atau saat ikan sudah siap atau layak untuk dikonsumsi.
“Nanti kalau sudah masa tangkap juga jangan pakai alat yang dilarang seperti pakai strum karena akan merusak ekosistem di sungai,”katanya. (seputarbanjar.com/mochamad anhar)