Peredaran Narkoba Merambah Pelosok Desa, Ini Langkah Kepolisian….

Peredaran Narkoba Merambah  Pelosok Desa, Ini Langkah Kepolisian….

SEPUTARBANJAR,COM-BANJARNEGARA – Kapolres Banjarnegara AKBP Aris Yudha Legawa mewaspadai peredaran narkoba di Banjarnegara yang sudah mengkhawatirkan sebab sudah sampai ke pelosok pedesaan.

Salah satu indikatornya yaitu terungkapnya sindikat pengedar narkoba di Terminal Kalibening.

Dari pelaku, polisi berhasil menyita empat gram narkoba jenis sabu-sabu. Kemajuan teknologi disinyalir ikut mempengaruhi konsumsi narkoba. Pelaku memanfaatkan aplikasi chat WA untuk menghindari pelacakan petugas.

Kapolres Banjarnegara menggelar pers conference terkait penangkapan sindikat pengedar narkoba di terminal Kalibening. (foto/istimewa)

Aris menambahkan, anggotanya berhasil mengungkap peredaran narkoba di terminal Kalibening setelah melakukan penyamaran.

“Pada hari Kamis tanggal 23 Mei, ada informasi akan dilaksanakan transaksi narkoba di Terminal Kalibening,” jelasnya saat jumpa pers kemarin.

Mendapat informasi ini, anggotanya melakukan pengintaian sejak jam setengah delapan pagi. Pada waktu yang diperkirakan, anggota melihat gerak-gerik target yang semakin mencurigakan. Anggota kemudian mendatangi YW dan menggeledahnya.

Dari penggledahan ini, polisi menemukan satu bungkus rokok warna ungu yang didalamnya berisi satu paket plastik klip bening berisi kristal putih yang diduga sabu. Kristal putih seberat empat gram  ini disembunyikan di saku celana sebelah kanan.

Atas perbuatannya tersangka YW diancam Pasal 114 Ayat (1), Pasal 112 Ayat (2) dan Pasal 127 Ayat (1) huruf A UU Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika. Ancamannya pidana kurungan paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Peredaran narkoba ini tidak hanya terjadi di Kalibening saja. Pada kesempatan itu, polisi juga merilis pengungkapan narkoba di sejumlah lokasi lain di Banjarnegara. “Peredaran narkoba di Banjarnegara seperti fenomena gunung es,” lanjutnya.

Disinyalir, peredaran yang belum terungkap lebih banyak. Menurut Kapolres, peredaran narkoba disinyalir dipengaruhi kemajuan teknologi.

“Gadget sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat. Kemungkinan ada pengaruh penggunaan gadget terhadap penggunaan narkoba,” jelasnya.

Dari yang awalnya penasaran lalu coba-coba dan menjadi seorang pecandu atau bahkan menjadi pengedar.

Dikatakan, penggunaan WA juga dilakukan pelaku untuk menghindari pelacakan oleh petugas. “Sistemnya melalui WA berdasarkan kepercayaan. Pesan kepada pengedar melalui WA. Kemudian ditransfer, dan barang dikirim,” katanya. (seputarbanjar.com/anhar)

 

Berita lainnya