Tak Kapok Dipenjara, Residivis Kambuhan Kembali Ditangkap Polisi

Tak Kapok Dipenjara, Residivis Kambuhan Kembali Ditangkap Polisi

SEPUTARBANJAR,COM.BANJARNEGARA – Tim Reskrim Polres Banjarnegara kembali mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) residivis WH (42) warga Desa Kalibening Kecamatan Kalibening .
Tersangka merupakan residivis kambuhan beberapa kasus pencurian dan kasus narkoba.
“Pelaku ini merupakan residivis pencurian kambuhan dan sudah tujuh kali tertangkap, termasuk juga sekali kasus narkoba, dan ini merupakan kasusnya yang kedelapan,” Kapolres Banjarnegara AKBP Aris Yudha Legawa saat Konferensi Pers di Mapolres Banjarnegara Selasa (18/6/2019).

WH (42) kembali harus menjalai hukuman akibat pencurian. Tersangka terancam hukuman penjara 7 tahun.(foto/ahr)

Dalam keterangannya, Aris mengungkapkan, kejadian pencurian terjadi pada 11 Februari 2019 lalu sekitar pukul 03.45 dirumah milik Edi Sarwono yang beralamatdi Jalan Mayjend Soetoyo nomer 24 Kelurahan Krandegan RT 002 RW 006 Kecamatan Banjarnegara.
Berdasarkan laporan korban, saat kejadian korban sedang tidur, lalu korban dibangunkan Mujiastuti yang merupakan istri korban yang  mengaku kehilangan  barang-barang miliknya.
Kemudian korban  berusaha mencari barang-barang tersebut disekitar kamar namun tidak ditemukan.
Korban kemudian menuju lantai dua untuk melihat rekaman kamera CCTV yang terpasang di dalam rumah, dari monitor CCTV terlihat ada seorang laki-laki yang tidak diketahui identitasnya masuk kedalam rumah dengan cara memanjat tiang yang menempel pada pagar tembok rumah korban.

Dari monitor CCTV juga dterlihat pelaku masuk kebagian ruang tamu untuk mencari-barang-barang,namun karena dilokasi tersebut tidak terdapat barang berharga, pelaku kemudian masuk ke kamar tempat korban dan menemukan tas istri korban.
“Pelaku kemudian naik melalui tangga dan pergi keluar melewati jalan yang sama saat masuk,”jelas Aris.
Dari penangkapan ini, turut diamankan barang bukti berupa 1 buah dusbox handphone merk Xiaomy Redmy Note.
“Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP  dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,”kata Aris.(sb/anhar)

Berita lainnya