Embun Es di Dieng Diburu Wisatawan..

Embun Es di Dieng Diburu Wisatawan..

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA-Fenomena munculnya embun es di kawasan dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, kini menjadi  daya tarik wisatawan. Mereka berburu fenomena langka yang terjadi setiap bulan Juli hingga Agustus.

Suhu dingin yang ekstrim didataran tinggi dan seringnya muncul embun es saat ini makin diminati wisatawan. Suhu dingin yang membuat tubuh menggigil justru mejadi tantangan bagi wisatawan untuk mencoba fenomena tersebut.

Puluhan kendaraan roda empat di penuhi embun es, ratusan wisatawan dengan mnggunakan kendaraan roda dua dan roda empat sudah sejak malam memenuhi komplek candi arjuna di Dieng. Mereka berharap bisa  mengabadikan fenomena (foto/m.anhar)

Kini sejak fenomena embun es tersebar, banyak wisatawan yang membawa  kendaraan roda empat dan roda dua yang membawa ratusan wisatawan. Ada juga wisatawan yang menginap di Dieng. Mereka berharap bisa mendapatkan moment untuk berfoto di hamparan salju. Wisatawan yang datang berasal dari berbagai kota, antara lain Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta.

 “Setiap pagi pukul 06.00 mereka  telah memadati area parkir sejak , nampaknya fenomena embun es justru mampu meningkatkan angka kunjungan wisata, mereka ingin menyaksikan hamparan  padang rumput yang diselimuti es,” kata Kepala UPT Pengelolaan Obyek Wisata Dieng Banjarnegara Aryadi Darwanto  Rabu (3/7/2019)

Seorang wisatawan mengabadikan fenomena embun es  dengan latar belakang hamparan embun es di komplek candi arjuna Dieng. Suhu dingin yang berimbas munculnya embun es ternyata mampu meningkatkan angka kunjungan wisata. (foto/m.anhar)

Ia menambahkan, sejak beberapa hari terakhir, suhu udara di Dieng sangat dingin. Bahkan, beberapa waktu lalu suhu udara terpantau mencapai minus 7 derajat celsius. Suhu udara tersebut, menurutnya merupakan yang terendah pada tahun ini.

Lebih jauh Aryadi mengatakan, suhu dingin yang terjadi di kawasan Dieng kemungkinan karena memasuki masa peralihan, dari musim hujan ke musim kemarau.

Menurutnya tahun ini termasuk yang paling dingin, biasanya  suhu normal pada malam hari antara 10 hingga 15 derajat celcius, namun saat ini suhunya antara 5 hingga 10 derajat celcius.

“Dalam sebulan terakhir  hampir setiap pagi embun es kembali muncul di kompleks Candi Arjuna, tepatnya di lapangan sebelah timur candi. Kadang – kadang 0 derajat, malah minggu lalu sempat mencapai minus 9 derajat celcius, dan itu menjadi yang terdingin sejak tahun 2019,” lanjutnya.

Aryadi juga meminta kepada para wisatawan  yang akan berkunjung di kawasan Dieng terlebih dahulu melakukan persiapan khusus .

“Jika menginap dan ingin menikmati sunrise , minimal harus membawa Jaket  tebal, penghangat kepala dan juga sepatu,” katanya. (sb/ahr)

 

Berita lainnya