Beberapa Desa Mulai Kekeringan, Permintaan Air Bersih Terus Meningkat…

Beberapa Desa Mulai Kekeringan, Permintaan Air Bersih Terus Meningkat…

 

SEPUTARBANJAR.COM, BANJARNEGARA – Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara terus mendistribusikan air bersih ke beberapa desa yang mulai dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih. Hingga hari ini total sudah 150.000 liter air yang didistribusikan ke beberapa wilayah yang mulai dilanda kekeringan.

Wilayah selatan Banjarnegara yang meliputi Kecamatan Pagedongan, Bawang, Purwanegara, Mandiraja, Susukan dan Kecamatan Susukan merupakan wilayah yang rawan kekeringan dan sering mendapatkan distribusi air dari BPBD Banjarnegara.

BPBD melakukan droping air di Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja, Desa tersebut merupakan wilayah yang paling sering di landa kekeringan, memasuki musim kemarau ini Desa Jalatunda juga menjadi desa yang paling banyak mendapat distribusi air bersih dari BPBD Banjarnegara.(foto/m.anhar)

Sabtu (13/7/2019) kemarin giliran Dusun Kwali Desa Kebondalem Kecamatan Bawang, Dusun sembir Desa Petir Kecamatan Purwanegara, serta beberapa dusun Dusun Belokan dan Dusun Karangtengah Desa Kebutuhjurang Kecamatan Pagedongan yang mendapatkan distribusi air bersih.

Diwilayah tersebut BPBD mendistibusikan sebanyak 4 tangki berisi masing-masing 5000 liter air bersih untuk dibagikan kepada 4 dusun di 3 kecamatan yang mulai kekurangan bersih.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Arif Rahman mengatakan, beberapa desa di Kecamatan Mandiraja, Purwanegara, Klampok dan Kecamatan Sususkan sebelumnya juga telah mendapatkan distribusi air bersih.
“Total kita sudah mendistribusikan sebanyak 30 tangki atau 150.000 liter air ke 11 Desa di 7 kecamatan,” kata Arif  dihubungi via ponsel Minggu (14/7/2019).
Distribusi air dipastikan akan terus bertambah seiring banyaknya wilayah yang mulai kesulitas air bersih memasuki musim kemarau tahun ini.

BPBD juga mendistribusikan air bersih di wilayah Pagedongan yang mulai mengalami krisi air bersih.(foto/m.anhar)

“Berdasarkan data tahun sebelumnya jumlah desa rawan kekeringan mencapai 35 desa,” lanjutnya.
Arif menambahkan, beberapa hari terakhir, sebagian wilayah di Banjarnegara memang masih sempat diguyur hujan, namun fenomena hujan di tengah kemarau ini karena pengaruh gelombang atmosfer Rossby Ekuator sehingga potensi pertumbuhan awan hujan ini hanya bersifat sementara.
“Hujan diperkirakan hanya berlangsung beberapa hari, sehingga tak berdampak signifikan dalam mengatasi masalah kekeringan,” katanya. (seputarbanjar.com/m.anhar)

Berita lainnya