Komplotan Pembobolan ATM Diringkus Polres Banjarnegara

 

Komplotan Pembobolan ATM Diringkus Polres Banjarnegara

 

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA – Polres Banjarnegara berhasil meringkus  komplotan spesialis pembobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) . Tersangka ditangkap di ATM BNI Jalan Pemuda Banjarnegara.

Keempat tersangka tersebut adalah JL (39) dan PR (43) asal Kabupaten Sukabumi , Jawa Barat, BR (29)  dan EG (23) asal Kabupaten Tenggamus propinsi Lampung. Mereka juga dikenal dengan sebagai Kelompok Lampung.

“Pelaku sebelumnya melakukan aksinya selama kurang lebih 4 bulan di beberapa tempat seperti di Bandung dan Purbalingga. Mereka mengincar ATM yang sepi,” kata Wakapolres Banjarnegara Kompol Totok Erwanto  saat gelar perkara di Mapolres Banjarnegara Rabu (17/7/2019) .

Empat tersangka yang lebih di kenal dengan kelompok lampungsudah beberapa kali melakukan aksinya di Bandung, Purbalingga dan terakhir Banjarnegara.(foto/M.Anhar)

Sebelumnya Polres Banjarnegara mendapatkan laporan adanya komplotan pembobol ATM di Kabupaten Purbalingga. Setelah mendapatkan laporan tersebut,  tim Reskrim Polres Banjarnegara  segera melakukan penelusuran.

Setelah  tersangka berhasil melakukan aksinya di ATM SPBU Mandiraja, tim memastikan mereka akan beroperasi kembali di ATM berikutnya yang sepi.

Benar saja mereka ternyata melakukan aksinya di ATM BNI di Jalan Pemuda Banjarnegara.

“Saat kita tangkap tersangka sedang melakukan aksinya dengan menggunakan obeng untuk membobol ATM BNI,” lanjut Totok.

 Akibat kejadian  itu pihak BNI mengalami kerugian sebesar Rp. 2.250.000.

Dari hasil penangkapan keempat residifis tersebut, Polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah obeng warna hitam, satu ATM Bank Mega, Uang tunai Rp. 2.500.000, satu unit KBM Toyota avanza yang digunakan untuk operasi serta beberapa pakaian dan tas pelaku.

Barang bukti berupa 1 unit mobil avanza yang digunakan tersangka saat melakukan aksinya.(foto/m.anhar)

“Hasil pemeriksaan dan barang bukti yang disita, tersangka memenuhi unsur pasal 363 KUHP denngan ancaman hukuman 7 tahun penjara,”lanjut Totok

Lebih jauh Totok menghimbau kepada kepada warga, saat mengambil uang di ATM di tempat yang sepi hendaknya tidak sendiri namun mengajak teman agar saat terjadi permasalahan bisa langsung berkoordinasi.

“Minimal berdualah,  sebab kalau sendiri  akan menjadi kesempatan para pelaku untuk melakukan berbagai aksi yang merugikan masyarakat,” katanya. (seputarbanjar.com/m.anhar)

 

 

 

 

Berita lainnya