Wilayah Kekeringan  Meluas, BPBD Banjarnegara Intensifkan Droping Air…

 

Wilayah Kekeringan  Meluas, BPBD Banjarnegara Intensifkan Droping Air…

 

SEPUTARBANJAR.COM-BANJARNEGARA- Wilayah kekeringan di Kabupaten Banjarnegara, terus meluas. Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Arif Rahman  menyebutkan hingga saat ini tercatat ada sebanyak 13  desa di 7 kecamatan yang warganya mengalami kesulitan air bersih.

“Hingga saat ini kami sudah mendistribusikan  250 ribu liter air bersih, atau 50 tangki , Bagi warga yang sudah mengalami kesulitan air bersih, kami secara periodik terus melakukan dropping air,” kata Arif Jum’at  (19/7/2019).

Arif  memperkirakan, bantuan air bersih yang dikirimkan ke desa-desa akan semakin banyak mengingat saat ini memasuki musim kemarau.

BPBD melakukan droping air di Desa Kalitengah Kecamatan Purwanegara.(foto/istimewa)

Seperti tahun lalu,  desa-desa yang saat ini mengalami kekeringan umumnya memang berada di wilayah selatan yang rawan dengan kekeringan. Wilayah erseb berada di Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara, Bawang, Purwanegara, Mandiraja, Klampok dan Susukan

“Setiap musim kemarau,  desa-desa tersebut menjadi desa yang paling sering mengajukan bantuan air bersih,” tambahnya.

Terakhir BPBD mendistribusikan air bersih kepada 4 desa di 4 kecamatan yang berbeda, yaitu Desa Duren Kecamatan Pagedongan, Desa Merden,  Desa Kaliajir, Desa Kalitengah Kecamatan  Purwanegara serta Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok.

Berdasarkan laporan yang ada di BPBD Banjarnegara, jumlah desa yang mengajukan surat bantuan air bersih Kabupaten Banjarnegara sejak musim kemarau tahun ini terdapat 13 desa yang tersebar di 7 kecamatan.

 “Namun mengingat kemarau tahun ini yang diperkirakan lebih panjang, kami memperkirakan jumlah desa terdampak kekeringan akan lebih banyak dan permintaan air bersih juga diperkirakan meningkat,” kata Arif

            Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie Setyoajie Prayoedhie, mengatakan, musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali, hanya saja  intensitas dan durasinya yang mungkin berbeda.

“Meski sudah memasuki bulan kemarau, namun di Kabupaten Banjarnegara masih terjadi hujan  meski hanya di beberapa wilayah, dan tahun ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus,” kata Ajie .(seputarbanjar.com/m.anhar)

 

Berita lainnya