Kekeringan Semakin Meluas, BPBD Banjarnegara  Sudah Distribusikan 475.000 Liter Air Bersih.

Kekeringan Semakin Meluas, BPBD Banjarnegara  Sudah Distribusikan  475.000 Liter Air Bersih.

 

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara  telah mendistribusikan sebanyak 95 tangki air bersih atau kurang lebih 475.000 liter air bersih. Penyebaranya diutamakan ke 14 desa di 7 kecamatan yang terdampak kekeringan.

14 desa tersebut antara lain Desa Kalitengah, Desa Karanganyar, Desa Kaliajir, Desa Merden, Desa Petir, Kecamatan Purwanegara.

Selain itu, Desa Jalatunda, Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja, Desa Karangjati Kecamatan Susukan, dan Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok mengalami kekeringan.

Warga di Desa Kaliajir Kecamatan Purwanegara antri menunggu giliran mendapatkan air bersih dari petugas BPBD.Sudah sebulan lebih warga di Desa Kaliajir kesulitan mendapatkan air bersih.(foto/m.anhar)

Desa lainnya yang mengalami kekeringan yaitu Desa Kebutuhjurang, Desa Kebutuhduwur, Desa Lebakwangi, Desa Duren, Kecamatan Pagedongan, Desa Kebondalem Kecamatan Bawang, dan Desa Ampelsari Kecamatan Banjarnegara.

“Sejak bulan Juni  kami sudah mendistribusikan air bersih sebanyak 95  tangki air bersih. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah banyak, mengingat jumlah warga terdampak kekeringan semakin meluas, dan musim kemarau akan memasuki puncaknya pada bulan Agustus mendatang,” kata Kepala Pelaksana harian BPBD Banjarnegara Arif Rahman Kamis (25/7/2019).

Untuk itu, pihaknya terus menyiagakan personel dan mobil tangki air yang siap mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu warga penerima bantuan air bersih, Yanti, warga Desa Kaliajir Kecamatan Purwanegara mengatakan, warga yang mengalami krisis air bersih kini hanya mengandalkan air bersih dari sungai atau sumber mata air lain yang masih mengalir, namun jumlahnya terus berkurang, bahkan beberapa telah mengering.

“Bantuan air bersih ini sangat berguna, kami mengucapkan terima kasih atas bantuannya,” katanya.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi mengatakan, tren curah hujan di wilayah Banjarnegara dan kabupaten lain di sekitarnya terus mengalami penurunan karena wilayah ini sudah mulai memasuki musim kemarau sejak awal bulan Juni 2019.

“Kami memperkirakan wilayah Kabupaten Banjarnegara akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus 2019,” kata Ajie.

Sebelumnya, Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengantisipasi kekeringan di wilayahnya masing-masing. Bupati juga mengimbau masyarakat di wilayah setempat untuk menghemat penggunaan air dan mengoptimalkan sumber air. (seputarbanjar.com/m.anhar)

 

 

 

 

 

 

Berita lainnya