Misteri Bocah Rambut Gembel…Setelah Rambutnya dipotong, Permintaan Anak Rambut Gembel Harus Dipenuhi

Misteri Bocah Rambut Gembel…Setelah Rambutnya dipotong, Permintaan Anak Rambut Gembel Harus Dipenuhi

 

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA-Permintaan anak berambut gembel yang sudah dipotong rambutnya harus dipenuhi, karena jika tidak terpenuhi maka rambut gembelnya tumbuh lagi.

Pemangku adat Dieng, Sumanto mengatakan, Selama ia melakukan ruwatan rambut gembel sejak tahun 2002 lalu, hingga saat ini belum pernah melihat rambut tumbuh gembel lagi setelah diruwat. Asalkan, permintaan anak dituruti sesuai yang disampaikan anak.

“Selama saya mulai mencukur rambut gembel tidak ada yang tumbuh lagi. Memang pernah ada sebelumnya, karena minta sepeda motor kecil dari pantia sudah diberi uang sebesar harga sepeda motor kecil. Tapi uang itu tidak dibelikan, jadi rambut gembelnya tumbuh lagi,” kata Sumanto.

Anak rambut gembel tambah Dia biasanya  cenderung lebih aktif dibanding anak pada umumnya. Namun, setelah diruwat akan kembali normal termasuk rambutnya pun tidak kembali gembel.

“Diawali dengan panas, dan anak gembel itu lebih aktif. Tetapi nanti setelah diruwat ya biasa seperti anak-anak pada umumnya,” jelasnya.

Pada Dieng Culture Festival ke 10 tahun 2019 ini,  11   mengikuti ritual pemotongan rambut gembel. Mereka meminta sejumlah permintaan unik dan lucu, dan  harus dipenuhi.

Sebelum dilakukan ruwat, 11 anak gembel dikirab keliling Desa Dieng dan dijamasi di Darmasala di komplek Candi Arjuna sebelum akhirnya di larung di telaga.

Kemunculan anak berambut gimbal ini masih menyimpan teka-teki hingga sekarang. Fenomena anak gimbal di dataran tinggi Dieng  hingga Dieng itu tak lepas dari legenda Kyai Kolodete.

Pemangku adat Dieng, Sumanto berkisah, anak-anak berambut gimbal di dataran tinggi Dieng  sejatinya adalah titisan Kyai Kolodete, leluhur masyarakat Dieng  (danyang).

Dalam menjalankan tugasnya kala itu, Kyai Kolodete merasa kerepotan karena memikul beban rambut gimbal yang memenuhi atas kepalanya.

Karena itu, kyi Kolodete kemudian memutuskan untuk menitipkan rambut gimbalnya itu ke anak turunnya hingga sekarang.

Sumanto  membantah kemunculan rambut gimbal pada sebagian bocah di Wonosobo itu sebagai kutukan.

Ia menyebutnya justru sebagai karunia karena anak itu memperoleh titipan. “Kyai Kolodete menitipkan rambut gimbal pada anak-anak yang dia sayangi. Jadi sejatinya anak-anak gimbal itu kesayangan,”katanya, .

Karena itu, menurut Sumanto , permintaan bocah gembel itu harus dipenuhi orang tua.

Sejatinya, kata dia, permintaan itu bukanlah keinginan sang anak, melainkan permintaan Kyai Kolodete yang menggunakan anak itu sebagai perantara.

Karena rambut gimbal itu adalah titipan, kata Sumanto  suatu ketika harus dikembalikan ke pemiliknya melalui prosesi ritual pencukuran disertai prasyarat tertentu.

“Karena sudah dititipi ya harus dikembalikan. Pengembaliannya harus melalui ritual,” katanya.(seputarbanjar.com/m.anhar)

 

 

 

Berita lainnya