Beragam Permintaan Unik dan Lucu Anak Berambut Gembel Dieng pada Dieng Culture Festival

Beragam Permintaan Unik dan Lucu Anak Berambut Gembel Dieng pada Dieng Culture Festival

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA- Berbeda dengan ruwatan pemotongan rambut gembel sebelumnya, ruwat rambut pemotongan gembel pada Dienag Culture Festival (DCF) 2019  tahun ini 11 anak yang diruwat semuanya berjenis kelamin perempuan.

Seperti ruwat rambut gembel sebelumnya, setiap anak memiliki permintaan khusus yang harus dipenuhi sebagai salah satu syarat ruwatan rambut gembel. Namun, permintaan anak rambut gembel tahun ini lucu dan unik dan membuat tertawa pengunjung yang menyaksikan ruwat pemotongan rambut gimbal yang digelar Minggu (4/8/2019) siang.

Dinda Syifa Ramadhani, bocah asal Desa Jlamprang Kecamatan Leksono, Wonosobo berusia  4 tahun putra pasangan Sugianto dan  Mursinah ini meminta kentut dari ibunya yang dibungkus dengan plastik. Permintaan ini terus disampaikan Dinda sejak berusia 2 tahun. Selain itu, Ia juga juga meminta satu butir telur puyuh. Sebagai permintaan lainnya.

Pemangku adat memotong rambut gembel salah satu anak pada Dieng Culture Festival ke 10, yang digelar Minggu (4/8/2019).(foto/m.anhar)

Permintaan aneh lainnya disampaikan anak rambut gembel, Hanifa Rasyida Putri. Bocah enam tahun ini meminta berlibur ke pantai. Sehingga, nantinya setelah dilakukan ruwat cukur rambut gembel, orangtua langsung mengajak buah hatinya berlibur ke pantai.

Kayang Ayuningtiyas Nugroho (5) putra dari Kuat Adi Nugroho dan Ibu Sugiarsih asal Desa Gumiwang Kecamatan Purwanegara Banjarnegara hanya meminta  Es Krim Coklat . Sementara  Layla Nurafifah (6)  asal  Wonosobo meminta Bakso, Sepeda Oranye, sebuah Handphone.

Gejala anak rambut gembel ini sama antara satu anak dengan yang lainnya. Yakni diawali dengan panas tinggi. Bahkan, memiliki kecenderungan yang sama yakni lebih aktif dan memiliki kemauan yang kuat.

Pemangku adat Dieng, Sumanto mengatakan, anak rambut gembel ini memang cenderung lebih aktif dibanding anak pada umumnya. Namun, setelah diruwat akan kembali normal termasuk rambutnya pun tidak kembali gembel.

“Biasanya diawali dengan panas, dan anak gembel itu lebih aktif. Tetapi nanti setelah diruwat ya biasa seperti anak-anak pada umumnya,” katanya.

Selama Ia melakukan ruwatan rambut gembel sejak tahun 2002 lalu, hingga saat ini belum pernah melihat rambut tumbuh gembel lagi setelah diruwat. Asalkan, permintaan anak dituruti sesuai yang disampaikan anak.

Sebelum dilakukan ruwat, 11 anak gembel dikirab keliling Desa Dieng dan dijamasi di Darmasala di komplek Candi Arjuna. Kemudian, 11 anak dicukur rambutnya di antara Candi Arjuna.

Potongan rambut gembel yang sudah dipotong kemudian di larung (dibuang) di telaga warna melalui sebuah ritual juga. (seputarbanjar.com/m.anhar).

Berita lainnya