Dieng Culture Festival 2019 Pamerkan  Domba Khas Banjarnegara

Dieng Culture Festival 2019 Pamerkan  Domba Khas Banjarnegara

 

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA-Tidak hanya ragam seni dan budaya lokal saja, pada Dieng Culture Festival 2019 juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan yang ada di Banjarnegara,  salah satunya  dengan memperkenalkan domba khas Banjarnegara, Batur.  

“Dieng Culture Festival sangat kaya ragam seni dan budaya , tapi jangan lupa bahwa di sini juga ada potensi ternak yang bagus dari Domba Batur,” Kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani saat Festival Domba Batur 2-4 Agustus.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menyerahkan Piala kepada salah satu peserta kontestan domba batur pada Festival Domba Batur Dieng Cultur Festival 2019.(foto/m.anhar)

Menurutnya DCF menjadi penggung yang ideal  untuk memperomosikan domba batur sebagai potensi ternak khas Banjarnegara. Ia berharap melalui event DCF popularitas Domba Batur akan terus meningkat.

Lebih lanjut Rizki menilai, jika domba batur sangat potensial untuk dikembangkan melalui  promosi memadai, sehingga nilai bisnis Domba Batur sebagai komoditinya akan naik.

 “Melalui promosi ini secara ekonomi pasti akan meningkat bagi para peternaknya. Manfaat Domba Batur  sendiri  sangat banyak. Daging dan Bulu Wolnya sama-sama bisa dimanfaatkan,” lanjut Rizki.

Rizki menambahkan, Dieng Culture Festival semakin unik dengan kehadiran Domba Batur tersebut. Kehadirannya memang menyita perhatian, apalagi jumlahnya banyak dan dikumpulkan di satu lokasi khusus.

“Dari promosi di Dieng Culture Festival ini  diharapkan nilai ekonomi Domba Batur semakin kompetitif,” kata Rizki

Terpisah Bupati Banjarnegara Budi Sarwono meminta para  peternak untuk meningkatkan hasil budi daya domba batur melalui berbagai cara , salah satunya dengan kawin silang dengan domba jenis lain untuk memperoleh keturunan dengan kualitas yang lebih baik.

“Sektor peternakan memberikan manfaat ekonomi baik bagi perternak dan perekonomian daerah. Domba batur ini salah satu domba yang unik dan tepat untuk dijadikan sebagai salah satu promosi wisata,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Banjarnegara, Totok Setya Winarna, mengatakan, sentra peternakan domba berada di Kecamatan Batur. Domba batur  memiliki keunggulan, yakni badan yang gemuk dan bulu yang tebal.

“Selain sebagai sumber protein hewani, budi daya domba batur juga bisa dioptimalkan untuk produksi bulu wol,” jelasnya.

Anggota Wantimpres Julie Trisnadewani ikut memberikan penghargaan kepada salah satu pemenang kontes domba batur.(foto/m.anhar)

Festival Domba Batur diikuti 112 domba untuk berbagai jenis lomba, antara lain kerapian cukur bulu domba, lomba foto, dan kontes domba Batur. Domba yang terpilih menjadi juara yakni yang memiliki bulu di kepala paling lebat.

Berdasarkan data tahun 2018, populasi Domba Batur di Banjarnegara sekitar 8.835 ekor. Jumlah tersebut dikembangkan oleh  1.403 peternak yang  tersebar di Batur, Pejawaran, Wanayasa, Pagentan, dan Kalibening. “Saat ini secara keseluruhan jumlah ternak domba di Banjarnegara tercatat sebanyak 52.358 ekor,” kata Totok.(seputarbanjar.com/m.anhar)

Berita lainnya