Kekurangan Mobil Tangki, BPBD Banjarnegara Kewalahan Atasi Krisis Air Bersih

Kekurangan Mobil Tangki, BPBD Banjarnegara Kewalahan Atasi Krisis Air Bersih

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA- Sebanyak 16 desa dari 8 kecamatan di Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Bantuan air bersih pun sudah didistribusikan ke sejumlah wilayah, namun karena kekurangan armada mobil tangki air, BPBD Banjarnegara mulai kewalahan.

Musim kemarau yang terjadi sejak bulan Mei lalu di Kabupaten Banjarnegara mulai dirasakan dampaknya oleh ribuan warga, terutama diwilayah selatan Banjarnegara yang memang  rawan dengan kekeringan.

Keterbatasan armada tangki air membuat distribusi air bersih kurang efektif karena kendaraan harus harus bolak-balik untuk mengirim air bersih dari desa ke desa sehingga waktunya habis di jalan.(foto/m.anhar)

Untuk mengatasi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara terus melakukan droping air ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih tersebut.

“Sejauh ini BPBD sudah mendistribusikan sebanyak 175 tangki air bersih atau 875.000 liter air bersih kepada warga di desa-desa yang dilanda kekeringan,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Arif Rahman Selasa (6/8/2019).

Namun, di tengah-tengah kesibukan melakukan droping air ke sejumlah wilayah, ada beberapa kendala yang harus dihadapi oleh BPBD Banjarnegara.

“Ya kami merasa kewalahan jika kebutuhan air bersih sebanyak itu hanya menggunakan empat armada, Belum lagi nanti jika jarak lokasi jauh dan terpencil padahal kita juga harus bolak-balik untuk mengirim daerah lain, waktunya bisa habis di jalan, bahkan kadang sampai malam,” lanjut Arif.

Wilayah kekeringan di Kabupaten Banjarnegara terus meluas, hingga kini sudah 16 desa di 8 kecamatan yang terdampak kekeringan.(foto/m.anhar)

Arif berharap akan segera ada bantuan mobil lain untuk pendistribusian air bersih. Pihak nya juga sudah mengajukan bantuan armada ke provinsi Jawa Tengah.

“Saat ini  BPBD Banjarnegara hanya mempunyai tiga armada  mobil tanki air bersih dan satu unit milik PDAM Banjarnegara dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter, idealnya dibutuhkan minimal 7 armada mobil tangki untuk melayani permintaan warga yang terdampak kekeringan,”lanjut Arif

Sebelumnya krisis air bersih terjadi di Kecamatan Banjarnegara, Pagedongan, Bawang, Purwanegara, Mandiraja , Punggelan dan Klampok, namun kini krisis air bersih juga merambah ke Kecamatan Susukan.(seputarbanjar.com/m.anhar)

 

 

Berita lainnya