19 Desa di Banjarnegara Kekeringan, BPBD Sudah Distribusikan  1.3 Juta Liter Air Bersih

19 Desa di Banjarnegara Kekeringan, BPBD Sudah Distribusikan  1.3 Juta Liter Air Bersih

 

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat hingga saat ini sembilan belas desa di sembilan Kecamatan  Kabupaten Banjarnegara, menghadapi kekeringan dan kekurangan air bersih.

Kekeringan di Banjarnegara terjadi di  dDesa Kalitengah, Karanganyar, Kaliajir, Merden, dan Petir di Kecamatan Purwanegara,  Desa Jalatunda dan Somawangi di Kecamatan Mandiraja,  serta Desa Karangjati di Kecamatan Susukan.

Bawang, Desa Ampelsari di Kecamatan Banjarnegara,  dan Desa Kecepit di Kecamatan Punggelan yang juga menghadapi kekeringan dan kekurangan air bersih.

BPBD Banjarnegara distribusikan air bersih di Desa Kebundalem Kecamatan Pagedongan.(oto/m.anhar)

Kekeringan juga terjadi di Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok, Desa Kebutuhjurang, Kebutuhduwur, Lebakwangi, Duren dan Gentansari di Kecamatan Pagedongan serta  Desa Kebondalem dan Wanadri di Kecamatan Bawang.

“Hingga saat ini kita sudah mendistribusikan air sebanyak 1.315.000 liter air bersih untuk membantu warga di desa-desa yang menghadapi kekeringan dan kekurangan air bersih,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Arief Rahman Kamis (15/8/2019).

Terpisah Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie memperkirakan curah hujan di Banjarnegara dan kabupaten di sekitarnya masih rendah hingga bulan September 2019.

“Di bawah 10 milimeter per dasarianlah ,” kata Setyoaji.

Setyoajie menambahkan, Banjarnegara memasuki puncak musim kemarau sejak awal Agustus 2019.

“Saat ini sudah masuk puncak musim kemarau sehingga peluang hujan juga dalam kategori rendah,” jelasnya.

Peta dan Distribusi Air Bersih di Kabupaten Banjarnegara.(foto/m.anhar)

Setyoajie juga mengingatkan Dia warga untuk mewaspadai dan mengantisipasi dampak kekeringan seperti kekurangan air bersih dan kebakaran hutan dan lahan.

“Berhematlah dalam memakai air bersih, dan juga berhati-hati jangan bermain api di daerah yang rawan dengan kebakaran,” katanya.(seputarbanjar.com/m.anhar).

Berita lainnya