BMKG Prediksi Musim Hujan di Banjarnegara Pertengahan Bulan Oktober.

BMKG Prediksi Musim Hujan di Banarnegara Pertengahan Bulan Oktober.

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mulai memasuki musim penghujan pada pertengahan bulan Oktober.
“Sebagian kecil wilayah di Banjarnegara diprakirakan akan memasuki musim penghujan pada pertengahan Oktober,” kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie Rabu.
Sebelumnya, stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara kembali mengingatkan seluruh masyarakat terkait potensi kekeringan di sejumlah wilayah di kabupaten tersebut.

Warga yang terdampak kekeringan setiap hari berharap mendapatkan droing air bersih. (foto/m.anhar)

Dia mengingatkan bahwa berdasarkan hasil analisa BMKG, musim kemarau tahun ini lebih kering dibanding tahun lalu yakni lebih lama satu hingga tiga dasarian.
“Kami perkirakan musim hujan akan mulai sekitar awal bulan Oktober,” jelasnya.
untuk mengantisipasi dampak kekeringan, BMKG mengajak masyarakat terdampak untuk menghemat penggunaan air.
“Saya mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan air, karena musim hujan diperkirakan baru turun bulan Oktober nanti,” tambahnya.
Sementara Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara Arif Rahman mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah mendistribusikan air bersih kepada penduduk diwilayah kekeringan sebanyak 2.025.000 liter air bersih.
Sedangkan wilayah yang tercakup kekeringan hingga saat ini meluas menjadi 23 desa di 10 kecamatan.
Wilayah kecamatan yang terdampak kekeringan antara lain Kecamatan Banjarnegara, Bawang, Pagedogan, Purwanegara, Mandiraja, Purwaredja Klampok, Susukan, Punggelan.
“Setiap hari kami menerima permintaan air bersih dari penduduk yang mengalami kekeringan,”katanya.
Satam (55) warga Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja mengatakan wilayahnya sudah mengalami kekeringan sejak bulan Juni lalu.
Untuk mendapatkan air bersih warga harus mencari ke sumber mata air yang jaraknya cukup jauh, jumlahnya pun setiap hari makin berkurang, sehingga warga sangat mengharapkan droping air bersih setiap hari.
Ada tida dusun di Desa Jalatunda yaitu Dusun Wlahar, Dusun Muntang dan Dusun Kemandoran yang paling parah terdampak kekeringan, hampir setiap hari warga di dusun tersebut mengharapkan droping air bersih.(seputarbanjar.com/m.anhar)

Berita lainnya