PD.BPR.BKK Mandiraja Bantu Air Bersih di Desa Paling Parah Terdampak Kekeringan.

PD.BPR.BKK Mandiraja Bantu Air Bersih di Desa Paling Parah Terdampak Kekeringan

 

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA – Musim kemarau yang terjadi sejak tiga bulan yang  lalu mengakibatkan puluhan desa di Kabupaten Banjarnegara  mengalami kekeringan. Dampak kekeringanpun terus meluas hingga 27 desa.

Hal tersebut mengundng keprihatinan  sejumlah pihak, salah satunya adalah  PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) BKK  Mandiraja  Banjarnegara  yang peduli akan kebutuhan mendasar  masyarakat tersebut.

Jum’at (20/9/2019) PD.BPR.BKK Mandiraja melakukan droping air bersih di tiga dusun, yaitu Dusun Maron, Karangengah dan Sirongge , Desa Kebutuh Jurang Kecamatan Pagedongan. Di  Wilayah tersebut PD.BPR.BKK Mandiraja mendistribusikan sebanyak 3 tangki air bersih.

Seorang Karyawan PD.BPR.BKK Mandiraja Cabang Pagedongan ikut mendistribukan air bersih di Dusun Maron Desa Kebutuhjurang Kecamatan Pagedongan.(foto/m.anhar)

“Kami mendapat rekomendasi dari BPBD bahwa di desa Kebutuhjurang  termasuk yang paling parah terkena dampak kekeringan,” kata Direktur utama PD.BPR.BKK Mandiraja Sri Hayati.

Selain di Kecamatan Pagedongan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan droping air bersih di  sejumlah wilayah yang paling parah terdampak kekeringan, Yaitu Desa Jalatunda, Desa Kaliwungu, Somawangi Kecamatan Mandiraja  dan Desa Kecepit Kecamatan Punggelan.

“Distribusi air bersih  akan kami  fokuskan untuk desa  yang paling kekurangan air bersih, sehingga  apa yang kami berikan ini dapat memberikan manfaat terutama untuk desa yang benar-benar  kekurangan air bersih,” terangnya.

Program droping air bersih tersebut juga sebagai bentuk kepedulian dari PD. BPR BKK Mandiraja  terhadap dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Banjarnegara  serta sebagai media untuk  lebih mendekatkan diri dengan masyarakat.

Distribusi Air bersih juga di lakukan di Dusun Sirongge, Desa Kebutuhjurang Kecamatan Pagedongan (foto/istimewa)

”Kami milik pemerintah kabupaten dan provinsi, dengan mengenalkan petugas wilayah ke masyarakat harapannya terjadi komunikasi dan interaksi yang lebih erat kedepannya,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara  Arif Rahman mengatakan, hingga saat ini BPBD Banjarnegara telah menyalurkan sebanyak 653 Tangki  atau sebanyak  3.265.000   liter air bersih

“Saat ini wilayah yang terdampak kekeringan sebanyak  27 Desa di 10 Kecamatan, setiap hari kami terus menerima permintaan air bersih di sejumlah desa,” katanya.

                Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banjarnegara  sendiri memprakirakan musim hujan belum akan mengguyur dalam waktu dekat. Musim hujan diprakirakan baru akan datang pada awal hingga pertengahan  bulan Oktober 2019.(seputarbanjar.com/m.anhar)

Berita lainnya