Antisiapasi Fluktuasi Harga Salak,  Produk Olahan Salak Jadi Alternatif..

Antisiapasi Fluktuasi Harga Salak,  Produk Olahan Salak Jadi Alternatif..

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA-Diperindagkop dan UKM Banjarnegara bekerjasama dengan Politeknik Banjarnegara menggelar Pelatihan Industri Salak yang diikuti oleh 10 orang dari sentra industri salak Kecamatan Madukara. Pelatihan ini dilatarbelakangi karena fluktuasi harga salak yang tidak stabil.

Kabid Perindustrian Disperidagkop dan UKM Banjarnegara, Mohammad Yasin, mengatakan untuk mengantisipasi fluktuasi harga salak yang tidak stabil perlu langkah  inovatif dengan membuat buah salak menjadi produk olahan yang lebih bernilai jual.

foto/istimewa

“Pelatihan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kreatifitas para pembudidaya salak serta meningkatkan nilai jual salak dengan membuatnya menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual,” katanya kemarin.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara membuat sirup, manisan, keripik dan selai berbahan baku salak menggunakan fasilitas dan peralatan dari jurusan Agroteknologi Politeknik Banjarnegara.

“Pelatihan kami berikan selama dua hari yaitu sejak 17 September-18 September 2019,” lanjutnya.

Sementara Kasi Agro Industri Disperidagkop dan UKM Banjarnegara, Fajar Maskuri menambahkan,  Kabupaten Banjarnegara sebagai salah satu sentra penghasil salak memiliki peluang besar dalam industri pengolahan salak ini.

Salak dari Banjarnegara bahkan sudah dikenal luas dan menjadi ikon daerah. Apapun yang berkaitan dengan salak Banjarnegara memiliki nilai promosi yang bagus.

“Produk olahan salak ini bisa dilakukan dalam industri rumah tangga karena biaya produksinya yang rendah,” katanya.

Wakil Bupati Banjarengara, Syamsudin saat menyambangi tempat pelatihan memberikan apresiasi dan motivasi bagi para peserta. Dia berharap usai pelatihan, peserta bisa mengaplikasikannya ilmu yang telah didapat serta sukses dalam usahanya dan mau bermitra dengan siapa saja untuk memperluas pangsa pasar.

“Ini merupakan salah satu bentuk produk ekonomi kreatif dengan meningkatkan potensi lokal yang ada,” katanya.(seputarbanjar.com/m.anhar)

Berita lainnya