Kemarau, Pembudidaya Ikan di Banjarnegara Diimbau Tetap Waspada

Kemarau, Pembudidaya Ikan di Banjarnegara Diimbau Tetap Waspada

 

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA – Meski musim hujan diperkirakan mulai memasuki musim penghujan pada bulan oktober, namun para pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten Banjarnegara diimbau agar tetap waspada di akhir musim kemarau. Karena perubahan suhu air dan berkurangnya air bisa mengakibatkan ikan mati.

Selaian itu berkurangnya debit air sungai dan irigasi di Banjarnegara bisa mempengaruhi dalam budidaya ikan air tawar. Sebab kebanyakan peternak atau pembudidaya ikan masih mengandalkan air sungai dan irigasi.  

“Ketersediaan air dan fluktuasi suhu ekstrem yang sering terjadi saat musim kemarau, ini yang harus diperhatikan pembudidaya,” kata Kepala Bidang Perikanan pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Tanaman Pangan Riyanto.

Dia mengatakan biasanya di musim kemarau suhu pada siang hari terasa lebih panas dari biasanya. Namun,sebaliknya pada malam haru suhu lebih dingin. “Pembudidaya memang harus sedikit ekstra mensikapi situasi ini,” lanjutnya.

Tusmino salah satu pembudidaya ikan di Desa Gemuruh Kecamatan Purwonegoro harus lebih intensif melihat kolam saat musim kemarau. (foto/m.anhar)

Untuk saat ini, lanjut dia pembudidaya ikan air tawar diminta untuk mengutamakan upaya penyelamatan ikan. Hal ini dilakukan untuk menyiapakan nanti saat air mulai lancar.  Pada musim hujan biasanya kebutuhan benih ikan akan tinggi.

“Saat ini yang utama adalah mengamankan ikan agar tidak mati, terutama  keberadaan induk ikan yang harus benar-benar dijaga,” tambahnya.

Tusmino (45) salah satu petani ikan asal Desa Gumiwang Kecamatan Purwonegoro mengatakan, setiap hari Ia harus mengecek aliran air yang mengalir ke kolamnya.

“Kami mengandalkan air dari irigasi, meski tidak terpengaruh dengan sistim buka tutup irigasi air, namun kami harus rutin mengecek aliran air ke kolam agar tidak mati,” kata Tusmino yang juga sebagai ketua kelompok tani pembudidaya ikan serayu mas.

Tidak hanya pagi dan siang, malam hari Dia juga selalu mengecek aliran air .

”Aliran air jelas berkurang, bahkan kadan-kadang mati, sehingga kami harus bisa mensiasatinya,”katanya.(seputarbanjar.com/m.anhar)

 

 

Berita lainnya