Kekeringan Rambah  29 Desa, Permintaan Air Bersih Meningkat

Kekeringan Rambah  29 Desa, Permintaan Air Bersih  Meningkat

 

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA – Wilayah Kekeringan di Kabupaten Banjarnegara makin meluas, hingga saat ini sedikitnya 29 desa terdampak kekeringan.

Pada puncak kemarau ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara masih terus melakukan distribusi air bersih untuk wilayah  yang mengalami kekeringan.

Ketua Pelaksana BPBD Banjarnegara Arif Rahman mengatakan, hingga saat ini permintaan untuk distribusi air bersih tetap diterima, baik melalui telepon atau surat ke BPBD Banjarnegara.

Dan sejak ditetapkan siaga darurat bencana kekeringan, setidaknya sudah 3.8 juta liter lebih air bersih atau 762 tangki yang sudah didistribusikan ke desa-desa yang terdampak kekeringan.

“Sedikitnya ada 29 desa di 10 kecamatan yang terdampak kekeringan, beberapa diantaranya bahkan mengalami kekeringan yang cukup parah, seperti Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja dan Desa Kebutuh Jurang Kecamatan Pagedongan,” kata Arif kepada media Minggu (29/9/2019).

BPBD Banjarnegara masih terus melakukan droping air bersih di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.(foto/m.anhar)

Sabtu (28/9/2019)  kemarin BPBD Banjarnegara giliran mendistribusikan air bersih ke Desa Kalitengah , Desa Karanganyar dan Desa Kaliajir kecamatan Purwanegara, Desa Kecepit Kecamatan Punggelan serta Desa Lemahjaya dan Karangkemiri kecamatan Wanadadi.

“Kemarin kita  distribusikan  60 ribu liter untuk desa-desa yang terdampak kekeringan, dan kita masih terima permintaan (air bersih), Kita akan terus siaga” lanjutnya.

Dampak kekeringan yang dirasakan di beberapa desa juga mendapat perhatian tidak hanya dari pemerintah.

Kalangan swasta dan  BUMD di Kabupaten Banjarnegara juga turut memberikan distribusi air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. Mereka ikut melakukan droping air bersih, untuk membantu tugas BPBD.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak pihak yang telah membantu air bersih, karena Pemkab Banjarnegara sendiri memang memiliki keterbatasan untuk bisa membantu warga sepenuhnya,” tambah Arif.

Salah satu BUMD Banjarnegara yaitu PD BPR BKK Mandiraja setiap tahun rutin memberikan bantuan air bersih di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.

“Kami bersinergi dengan pemerintah dalam penanganan bencana kekeringan, apalagi beberapa kantor cabang kami juga berada diwilayah yang terdampak kekeringan, jadi sudah menjadi kewajiban untuk membantu mereka,” kata Direktur PD BPR BKK Mandiraja Sri Hayati.

Badan Meterolologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri memperkirakan musim hujan akan mulai terjadi pada bulan Oktober.

“Kami memperkirakan hujan mulai terjadi pada pertengahan bulan Oktober nanti,” kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie. (seputarbanjar.com/m.anhar)

 

 

Berita lainnya