Droping Air Bersih Masih Berlanjut, BPBD Salurkan 4,25  juta liter Air Bersih

Droping Air Bersih Masih Berlanjut, BPBD Salurkan 4,25  juta liter Air Bersih

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA- Hujan ringan yang sempat turun di beberapa wilayah Banjarnegara, belum mampu menghapus krisis air bersih di sejumlah desa wilayah Kabupaten Banjarnegara. Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih terus melakukan Droping air bersih bagi ribuan warga di wilayah yang terdampak kekeringan..

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Arif Rahman  mengatakan,Droping air bersih berlangsung sejak  bulan  Juni lalu. Dari waktu ke waktu, permintaan droping air bersih terus bertambah.

Wilayah yang terdampak kekeringan ada di 29 desa di 10 kecamatan, wilayah  tersebut mengalami kekeringan sejak bulan juni lalu, bahkan beberapa wilayah cukup parah dilanda kekeringan dan membutuhkan

“Warga di wilayah yang dilanda kekeringan harus mendapatkan air bersih ke sumber mata air yang jaraknya cukup jauh, sumber airpun sudah mulai mengering, sehingga mereka membutuhkan droping air bersih,” kata Arif.

Arif menambahkan hingga Sabtu (5/10/2019) kemarin , pihaknya sudah melakukan droping air sebanyak 850  Tangki atau  4.250.000 liter di 29 Desa  di 10 Kecamatan.

“Kemarin kita melakukan droping air ke Desa Kalitengah,  Desa Kaliajir, dan Desa Karanganyar Kecamatan  Purwanegara, serta Desa Lemahjaya dan  Desa karangkemiri Kecamatan Wanadadi, total 14 tangki,” lanjut Arif.

Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Kabupaten Banjarnegara , Jawa Tengah pada bulan oktober ini berpotensi hujan ringan yang bersifat lokal .

Untuk memenuhi kebutuhan warga akan air bersih, BPBD juga melakukan droping air bersih pada malam hari (foto/istimewa)

“Ada potensi hujan terutama pada sore hingga malam hari,” kata Kepala Stasiun Geofisika (BMKG) Banjarnegara Setyoajie Prayoedhi di Banjarnegara, Minggu (6/10/2019).

Dia mengatakan, potensi tersebut terdapat di hampir seluruh kecamatan kecuali Kecamatan Bawang, Mandiraja, Purworejo Klampok, dan Susukan.

“Turunnya hujan telah dinantikan oleh masyarakat Banjarnegara menyusul kejadian kekeringan yang terjadi di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Banjarnegara

Dia menambahkan, pada bulan oktober ini  2019 sebagian wilayah di Kabupaten Banjarnegara diprakirakan sudah memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

“Untuk Banjarnegara sebenarnya sudah mulai hujan, namun sifatnya sangat lokal dan terkonsentrasi di wilayah pegunungan tengah, Untuk intensitasnya juga masih  relatif ringan dan singkat,” katanya. (seputarbanjar.com/m.anhar)

 

Berita lainnya