Polres Banjarnegara Gelar Simulasi Terpadu Tanggulangi Karhutla

Polres Banjarnegara Gelar Simulasi Terpadu Tanggulangi Karhutla

 

 

SEPUTARBANJAR.COM – Beberapa titik api tiba-tiba membesar,  sejumlah orang berteriak meminta pertolongan untuk memdamkan api. Beberapa saat kemudian sejumlah masyarakat serta petugas dari Polri dan TNI, Tim SAR, dan sejumlah relawan melakukan upaya pemadaman. Menggunakan tongkat kayu, dan alat seadanya dan dibantu mobil PMK api dengan cepat bisa dipadamkan.

Kejadian tersebut merupakan Scenario simulasi yang disusun saat Polres Banjarnegara saat menggelar simulasi terpadu dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di komplek lahan milik TRMS Serulingmas Selasa (15/10) kemarin.

 Petugas medis sigap menangani korban karhutla dalam simulasi penanganan korban karhutla.(foto/m.anhar)

Selain jajaran Polri dan TNI, Simulasi tersebut  juga melibatkan gabungan Instansi terkait seperti TNI, BPBD, Tagana Basarnas, SAR kabupaten dan relawan relawan peduli hutan.

 Dalam simulasi digambarkan adanya hutan yang terbakar. Petugas pun berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum diakhiri dengan siraman air dari pemadam kebakaran.

Selain memadamkan kebakaran hutan dan lahan, pada kesempatan tersebut juga dilakukan simulasi penanganan korban kebakaran dan simulasi penagkapan pelaku pembakaran.

Kapolres  Banjarnegara AKBP Arsis Yudha Legawa  mengatakan,  simulasi itu dilakukan agar semua pihak selalu siaga dan memiliki kemampuan dasar dalam menanggulangi api saat Karhutla terjadi. Apalagi di Banjarnegara banyak terdapat lahan yang cukup luas dan  rawan dengan kebakaran.

 “Karena memang setiap tahun pasti masyarakat melaksanakan kegiatan pembakaran lahan dengan tujuan membuka,” katanya.

Selain cara penanganan bencana, simulasi tersebut juga untuk pelatihan penanganan korban akibat Karhutla. “Dengan simulasi ini kita akan lebih tahu,  siapa melakukan apa saat pembakaran hutan,” katanya.

Dalam penanganan pelaku pembakaran hutan, Polres juga melibatkan instansi terkait seperti Kejaksaan, Kepolisian dan Pengadilan.

Petugas Kepolisian di bantu TNI menangkap pelaku pembakaran karhutla.(foto/m.anhar)

“Pelaku pembakaran hutan dengan sengaja untuk kepentingan sendiri atau korporasi  diancam pidana kurungan  kurang lebih 5 tahun,” katanya.

Selain simulasi Polres  juga melakukan sosialsiasi kepada masyarakat berkaitan dnegan perilaku untuk membuka lahan dengan membakar hutan dilakukan lagi. “Kita juga melibatkan LMDH,” tambahnya. (seputarbanjar.com/m.anhar)

 

Berita lainnya