Belajar Ke Bondowoso, Kabupaten Banjarnegara Serius Kembangkan Kacang Macadamia

Belajar Ke Bondowoso, Kabupaten Banjarnegara Serius Kembangkan Kacang Macadamia

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA-Kabupaten Banjarnegara saat ini tengah serius mengembangkan  budidaya kacang macadamia. Bekerja dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BP DASHL) Serayu Opak Progo  saat ini puluhan ribu biji kacang disemai di kebun area Politenik Banjarnegara.

Untuk lebih mengenal budidaya kacang macadamia secara lebih detail dan terkonsep dengan baik, rombongan dari Banjarnegara, Wakil Bupati Banjarnegara, BP DASHL Serayu Opak Progo, Politeknik Banjarnegara serta Kades Pegundungan melakukan kunjungan lapangan pengembangan makadamia di kawasaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII.

Rombongan berfoto bersama dengan Manajemen perkebunan  Blawan  usai berkeliling perkebunan kacang macadamia. (foto/istimewa)

Lokasi yang dikunjungi antara lain Kebun Blawan dan Kebun Kalisat Jampit, di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Rombongan diajak berkeliling  ke kebun kacang makadamia seluas 34 hektare kemudian melihat proses pengeringan dan proses sortasi, cangkah kacang yang keras dipecahkan menggunakan alat khusus kemudian dipisahkan antara kacang yang masih utuh dengan kacang yang sudah hancur.

Kasi Evaluasi BPDASHL Serayu Opak Progo, Supriyatno, mengatakan kegiatan kunjungan lapangan ini dilakukan untuk menambah pengetahuan tentang pembudidayaan serta berbagai hal tentang pengembangan tanaman kacang makadamia.

Hal tersebut dianggap perlu karena pihaknya dengan Politeknik Banjarnegara sedang melakukan penyemaian 60 ribu benih kacang makadamia jenis macadamia integrifolia dan ingin mengetahui langkah-langkah pembudidayaan selanjutnya.

“Kami ingin belajar dan menambah pengetahuan tentang pengelolaan kacang makadamia. Di area PTPN XII, tanaman makadamia sudah dikembangkan sejak lama. Hkami berharap  nanti ilmu yang kita dapatkan disini bisa diterapkan di Banjarnegara karena tanaman ini memiliki nilai ekonomi dan konservasi yang tinggi,” katanya.

Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin mendukung kegiatan studi lapangan ini. Dia menilai hal tersebut sebagai langkah yang tepat untuk semakin memantapkan proses pengembangan makadamia menjadi komoditas pertanian di Banjarnegara.

“Kami berharap kunjungan ini dapat memberi manfaat terhadap kelanjutan budidaya makadamia di Kabupaten Banjarnegara,” katanya

Wabup Syamsudin menginginkan agar proses budi daya makadamia di Banjarnegara dilakukan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, melalui nilai ekonomi dan konservasi yang tinggi, pengembangan makadamia menjadi bagian dalam upaya mewujudkan Banjarnegara yang bermartabat dan sejahtera.

“Makadamia memiliki nilai yang tinggi baik dari segi ekonomi dan ekologinya. Ke depan diharapkan dapat menambah kemaslahatan masyarakat Banjarnegara,” tuturnya

Selanjutnya, diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak terkait agar pengembangan tanaman macadamia di Banjarnegara bisa sukses. “Kami akan berkoordinasi dengan para Camat wilayah Banjarnegara bagian atas untuk membuat mapping komoditas. Jadi nanti daerah mana saja yang akan ditanami tanaman Macadamia ini akan dipetakan, karena tanaman ini hanya bisa tumbuh di dataran tinggi,” jelas Syamsudin.

Wakil Manajer Kebun Blawan, Mohammad Nur Shodiq menyampaikan tanaman kacang makadamia di area PTPNXII dikembangkan di Kebun Blawan dan Kebun Kalisat Jampit. Awalnya, tanaman makadamia ini hanyalah tanaman sela, sebagai penaung tanaman kopi yang lebih dulu dikembangkan. Akan tetapi melihat prospeknya yang bagus tanaman makadamia mulai dikembangkan sendiri.

Shodiq menjelaskan, tanaman makadamia hanya bisa tumbuh dan berbuah di daerah yang memiliki ketinggian antara 500-1200 Mdpl dengan Ph tanah sekitar 5,5. Selain itu butuh proses panjang untuk kacang macadamia hingga siap dikonsumsi.

“Membutuhkan waktu 5-8 tahun untuk bisa dipanen dan dari satu pohon bisa menghasilkan 15-25 kg buah,” ujarnya

Dalam kondisi mentah atau belum diolah baik disangrai atau oven, kacang ini sudah terasa enak, lanjutnya. Makadamia juga tergolong kacang sehat sehingga banyak diminati konsumen. Namun ditengah tingginya permintaan, produksi makadamia sangat terbatas.

“Permintaan kacang ini sangat banyak tapi kami belum bisa memenuhi semuanya. Untuk kacang mentah utuh harganya bisa mencapai 220 ribu/kg sedangkan untuk yang pecah dikisaran 185 ribu/kg,” katanya.(seputarbanjar.com/m.anhar)

Berita lainnya