Jembatan Talang Kampung Tamansari Banjarnegara , Irigasi Sisa Peninggalan Jaman Belanda…

Jembatan Talang Kampung Tamansari Banjarnegara, Irigasi Sisa Peninggalan Jaman Belanda…

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA-Belum ini tanggul irigasi Singomero yang melalui wilayah kota Banjarnegara atau tepatnya di Kampung Tamansari Desa Parakancanggah Banjarnegara jebol sepanjang 15 meter. Jebolnya tanggul tersebut  mengakibatkan longsor pada Sabtu (2/11/2019).

Akibat kejadian tersebut  dua rumah tertimbun longsor, dua orang mengalami luka dan 1 orang meninggal dunia.

Tidak jauh dari lokasi longsor, terdapat sebuat jembatan talang yang berfungsi sebagai saluran irigasi Singomerto yang mengaliri persawahan di wilayah kota Banjarnegara dan dibangun tahun pada tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda.

Saluran irigasi Singomerto ini di bangun pada tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda.(foto/m.anhar)

Selain berfungsi sebagai saluran irigasi, jembatan talang itu juga  berfungsi sebagai media transportasi jalan kaki bagi warga yang akan pergi atau pulang dari pasar kota Banjarnegara.

            Waluyo (65), Salah seorang warga setempat menjelaskan, jembatan talang peninggalan Belanda sepanjang 50 meter dan lebar 1 meter tersebut dulunya menjadi satu-satunya akses tercepat masyarakat dari pinggiran kota menuju pasar kota Banjarnegara.

            “Sebenarnya bukan jalan, namun talang itu  atasnya di kasih kayu berjajar,” kata Waluyo.

            Namun seiring berjalannya waktu,  talang tersebut ditutup permanen dan digunakan untuk akses jalan kaki tercepat (jalan terobosan) menuju pasar dari sebelah timur Banjarnegara.

“Mayoritas warga yang memanfaatkan jalan tersebut adalah pedagang pasar atau masyarakat yang ingin berbelanja ke pasar,” lanjutnya.

Seorang warga melintas di Jembatan talang di kampung Tamansari,  meski sudah ditutup  untuk jalan umum, namun erkadang ada warga yang menerobos palang pintu untuk memercepat jalan menuju pasar kota.(foto.m.anhar)

Kini jembatan talang tersebut sudah ditutup untuk lalu lintas warga, namun meski begitu masih saja ada warga yang menerobos untuk mencari jalan pintas menuju atau dari pasar kota Banjarnegara.

“Pemerintah desa sebenarnya sudah menyediakan jalan di bawah jembatan talang tersebut,namun masih saja ada yang nekat menerobos  jembatan talang itu,” tambahnya.

Dengan adanya bencana longsor di tanggul  irigasi kampong Tamansari, kini warga di sekitar kampung tersebut diminta waspada bila terjadi hujan, terutama untuk mengantisipasi bila terjadi bencana longsor.(seputarbanjar.com/m.anhar)

 

 

Berita lainnya