Korem 071 Wijayakusuma Gelar Apel Pembukaan Latihan Penanggulangan Bencana Alam

Korem 071 Wijayakusuma Gelar Apel Pembukaan Latihan Penanggulangan Bencana Alam

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA-Kepala Staf Korem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Heri Sumitro, mewakili Danrem 071 Wijayakusuma Kolonel Kavaleri Dani Wardhanam, membuka secara resmi latihan penanggulangan bencana alam tanah longsor diwilayah Kabupaten Banjarnegara tahun 2019 di lapangan tembak Desa Kebutuh Jurang Kecamatan Pagedongan Banjarnegara Kemarin.

Danrem 071 Wijayakusuma dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kasrem 071 Wijayakusuma menyampaikan, latihan terpadu penanggulangan bencana alam dilaksanakan untuk mendapat gambaran tentang kemampuan dan kesiapsiagaan operasional Kodim 0704 Banjarnegara dalam penanggulangan bencana alam.

Gelar Apel Pembukaan Latihan Penanggulangan Bencana Alam diikuti JajaranTNI, Polri, Pemda, BPBD, Ormas, LSM, Relawan dan masyarakat (foto/m.anhar)

Selain itu untuk menguji validitas rencana tindakan kontijensi atau rentikon protap dalam rangka perbantuan TNI kepada pemda serta untuk mensinkronkan langkah dan tindakan TNI dengan Polri, Pemda, BPBD, Ormas, LSM, Relawan dan masyarakat agar terdapat kesamaan visi, persepsi dan interprestasi tentang prosedur dan tindakan teknis dalam penanggulangan bencana alam diwilayah Banjarnegara.

“Momen ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai penyempurnaan protap penanggulangan bencana/ yang dimiliki oleh kabupaten khususnya banjarnegara,” kata Heri.

 Penyusunan rentinkon protap penanggulangan bencana alam yang diterapkan oleh TNI AD tidak terlepas dari uu no.24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana alam dan perkasad no 96/XI/2009 tentang pedoman penanganan bencana alam didaerah.

 Walaupun di ketahui bersama undang undang tentang bencana alam saat ini sedang direvisi dan telah masuk kedalam program legislasi nasional atau prolegnas.  

“ TNI AD dalam penyusunan protap khususnya protap penanggulangan bencana alam, tidak terlepas dari segala ketentuan dan perundang undangan yang berlaku di negara kita,” lanjutnya.

Latihan penanggulangan bencana alam tanah longsor diwilayah Kabupaten Banjarnegara tahun 2019 diikuti sekitar 190 personel terdiri dari 40 personel penyelenggara dan 150 personel pelaku.

Lebih lanjut Heni mengatakan, manajemen bencana sangat diperlukan bagi seluruh stake holder dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Indonesia sebagai negeri rawan bencana alam harus memiliki kesiapan dan kewaspadaan terhadap segala kemungkinan bencana alam, masyarakat harus memiliki kesadaran dan tanggap terhadap bencana alam khususnya masyarakat yang berada dikawasan rawan bencana.

Dengan digelarnya latihan ini diharapkan mampu mengeliminir jatuhnya korban jiwa, termasuk pentingnya pemetaan wilayah-wilayah atau daerah-daerah rawan bencana oleh BPBD.

“Melalui pelatihan ini diharapkan masyarakat  yang tinggal diwilayah itu akan lebih tanggap dan waspada,” pungkasnya. (seputarbanjar.com/m.anhar)

 

Berita lainnya