Hujan Sudah Turun, Permintaan Bantuan Air Bersih Masih Tinggi

Hujan Sudah Turun, Permintaan Bantuan Air Bersih Masih Tinggi

 

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA-Hujan yang terjadi dalam beberapa hari ini di wilayah Banjarnegara ternyata belum membawa solusi bagi sebagain warga.

 Permintaan air bersih  masih terjadi di beberapa wilayah di yang semula dilanda  kekeringan. Sejumlah warga sampai saat ini  bahkan masih ada yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Terbukti  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara masih terus mengirim bantuan air bersih ke sejumlah  desa yang tersebar di 11 kecamatan.

Sabtu (9/11) kemarin BPBD melakukan droping air ke wilayah Kecamatan Purwanegara, Bawang, Pagedongan  dan Kecamatan Mandiraja.

Meski sudah memasuki musim hujan,namun masih banyak wilayah yang kekurangan air bersih.(foto/m.anhar)

“Desa Kebutuh Jurang kecamatan Pagedongan dan Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja menjadi desa yang paling parah dilanda kekeringan, intensitas permintaan air juga sering dilakukan desa setempat,” kata Kepala pelaksana BPBD Banjarnegara Arif Rahman.

Menurutnya meski hujan sudah mulai merata turun di Banjarnegara, namun sejumlah wilayah masih terdampak kekeringan  sehingga droping air masih dilakukan ke sejumlah desa.

Hingga saat ini pihaknya sudah melakukan droping air sebanyak 1.440 Tangki atau 7,2 juta  liter air bersih.

“Pengiriman air bersih akan terus dilakukan sampai kebutuhan masyarakat akan air bersih terpenuhi,” lanjutnya.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie mengatakan, intensitas hujan di Banjarnegara  diprakirakan meningkat pada November 2019.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, wilayah Jawa Tengah secara umum sudah  memasuki musim hujan. Pada awal-awal bulan November, intensitas hujannya diprakirakan masih ringan hingga sedang, tetapi mulai pertengahan bulan diprakirakan mulai meningkat. (seputarbnajar.com/m.anhar)

 

 

 

Berita lainnya