Masuk Destinasi Wisata Dieng kini  harus  Pakai E-Ticketing, Apa si keuntunganya..

Masuk Destinasi Wisata Dieng  kini  harus Pakai  E-Ticketing, Apa si Keuntunganya..

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA-Wisatawan yang ingin berlibur ke Dieng kini lebih simple dan mudah, karena  wisatawan dimudahkan dengan sistem E Ticketing pada Destinasi utama di Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng.

Penggunaan sistim e-ticketing diresmikan oleh Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Senin (27/1) di pintu masuk kompleks Candi Arjuna kemarin.

Penerapan tiket elektronik ini berlaku untuk kunjungan ke Kompleks Candi Arjuna dan Kawah Sikidang dengam harga tiket Rp. 15.000 untuk 1 orang.

Dia mengatakan, penerapan e ticketing karena sangat membantu, baik bagi pemerintah Disparbus maupun bagi wisatawan.

“Dengan penerapan e ticketing, wisatawan akan lebih mudah membeli tiket. Tidak harus di loket. Namun bisa membeli secara online. Kemudahan ini saya yakin akan menambah volume penjualan tiket dan tentu saja kunjungan wisatawan,” kata Budhi

“Tiketing ini sebagai upaya kita dalam peningkatan pelayanan kepada wisatawan,” imbuhnya.

Masuk kawasan wisata Dieng kini harus dengan E-Ticketing.(foto/doc.pariwisata)

Lebih lanjut Bupati mengatakan, bahwa Pemkab telah mengkaji realitas yang ada, bahwa UPT Dieng punya prestasi gemilang dalam melampaui target PAD. Maka dari dana APBN sebesar Rp Rp1,68 triliun pada tahun anggaran 2020,telah dialokasikan 8,2 M untuk pembangunan infrastruktur wisata di Dieng.

“Sementara untuk tahun depan dari APBD kita akan kucurkan minimal 100 miliar untuk menata dan memoles Dieng agar lebih cantik dan layak sebagai destinasi dunia,” imbuhnya.

Menanggapi ekspektasi bupati yang tinggi tersebut, Kepala Disparbud, Dwi Suryanto mengatakan, siap melaksanakan arahan bupati.

Dwi mengatakan telah memberikan regulasi, pelayanan yang sebaik baiknya terhadap biro dan wsatawan yang datang ke Dieng. “Sehingga kalau ada kasus tiket basah itu sebenarnya bukan kesalahan kita, juga tiket hilang itu resiko wisatawan,” kata Dwi.

Menurut Dwi Suryanto, ketika masuk kompleks Dieng seharusnya sudah diatur sebaik bainya oleh Biro atau Wisatawan itu sendiri. Kami sarankan tiket tidak boleh basah, tidak boleh hilang sebelum dipergunakan.

Kasus Ketika wisatawan datang sore hari, maka itu tak mungkin untuk masuk ke Sikidang.”Namun akan kami tindaklanjuti secara koordinatif sehingga terhadap kasus-kasus tersebut diseleaaikan dengan baik. Alhamdulillah seringnya bupati menengok Dieng sangat memotivasi petugas dan masyarakat pelaku Wisata,” katanya.

Dwi Suryanto menargetkan dengan sistem E Ticket Diaparbud dapat menangguk peningkatan target sebesar 15 persen. Namun Dwi menjelaskan, pembelian tiket masih harus ke loket karena belum on line secara terpadu.

Dia melaporkan, atas target PAD yang ditetapkan sebesar Rp11.570.000.000, tahun 2019 mengalami over target sampAI akhir desember mencapai lebih dari Rp. 15 M. (seputarbanjar.com/m.anhar).

 

 

Berita lainnya

%d blogger menyukai ini: