Awas, Longsor masih Mengancam

Awas, Longsor masih Mengancam

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA-Intensitas curah hujan yang mengguyur Kabupaten Banjarnegara  sejak pergantian tahun masih cukup tinggi.

Tingginya intensitas hujan tersebut juga  meningkatkan ancaman bencana alam, terutama longsor. Tercatat, sepanjang Januari terjadi beberapa kejadian longsor dan mengakibatkan lima korban jiwa.

Yang terbaru, bencana longsor menimpa rumah milik Risan (50) warga di Desa Klampok, Kecamatan Klampok  Banjarnegara

Akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi rumah Risan jebol tertimbun longsor, meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun Risan dan keluarga terpaksa harus mengungsi ke rumah saudara.

Kepala Badan Pelaksana BPBD Banjarnegara Arif Rahman mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di wilayah Banjarnegara , untuk itu Ia meminta kepada warga yang berada bertempat tinggal di wilayah tebing atau dekat dengan lokasi rawan longsor  agar lebih waspada.

“Jika terjadi hujan dengan intensitas besar mulailah membaca situasi, jika terjadi tanda-tanda akan longsor segeralah mengungsi,” kata Arif.

Lebih jauh arif menjalaskan, dari data yang ada sejak awal tahun sampai saat ini telah terjadi 46 peristiwa bencana.  

Tercatat hingga sampai 30 Januari telah terjadi 46 kali kejadian bencana dengan rincian 31 bencana tanah longsor, satu kali banjir, 10 kali angin kencang, satu kali gempa dan tiga kali kebakaran. Akibat bencana ini, ada lima orang yang meninggal dunia dan 80 jiwa yang terdampak bencana. Sedangkan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 476,8 juta.

 Sedangan untuk bangunan rumah, ada satu unit rumah yang rusak berat, 18 unit rumah rusak sedang dan 13 unit rumah rusak ringan serta 19 unit rumah yang terancam. Selain perumahan warga, ada 23 titik infrastruktur yang terkenda dampak bencana ini. (seputarbanjar.com/m.anhar)

 

Berita lainnya

%d blogger menyukai ini: