Pro Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS, Ini kata  Anggota DPR RI Komisi I Taufiq R Abdullah

(foto/m.anhar)

Pro Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS, Ini kata  Anggota DPR RI Komisi I Taufiq R Abdullah

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA – Pro kontra pemulangan 600 Warga Negara Indonesia (WNI) di Timur Tengah yang sempat bergabung dalam kelompok teroris Islamic State Iraq Suriah (ISIS) menuai berbagai pendapat.

Anggota Komisi I DPR RI, Taufiq R Abdullah mengatakan, sebenarnya  secara regulasi eks anggota ISIS asal Indonesia sudah menyatakan diri sudah keluar dari kewarganegaraan Indonesia, mereka bahkan  sudah membakar paspornya.

Tidak hanya itu, mereka  sudah melakukan penghinaan terhadap administrasi negara dan yang lebih parah, mereka juga berupaya mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi lain bahkan juga berniat akan menyerbu Indonesia.

Taufiq juga menanyakan jaminan eks anggota ISIS  itu sudah taubat atau berubah pikiran, kalau ternyata mereka secara ideologi masih kuat, masih menganggap  Indonesia negara thaghut , dan menganggap umat mayoritas di Indonesia adalah musuh mereka.

Hal tersebut menurutnya berbahaya , karena bisa juga terorisme semakin berkembang di Indonesia dalam jangka penjang.

 “Mereka itu pergi sendiri ke Suriah, melepas kewarganegaraan sendiri, lha kok sekarang menuntut orang lain untuk mengembalikan, kan tidak masuk akal, mereka juga sudah tidak mengakui sebagai warga negara Indonesia,” kata Taufiq

Saat ini mereka sedang menderita, dan mulai menyadari jika menjadi anggota ISIS bukanlah pilihan yang tepat, dan menginginkan kembali  ke Indonesia,  walaupun mereka sudah menanggalkan kewarganegaanya.

Jika mereka dipulangkan, problemnya adalah karena mereka sudah tidak punya hak kewarganegaraan Indonesia karena sudah tidak punya paspor,  dan tentunya pemerintah  juga akan berfikir seribu kali untuk  menerima mereka.

“Kalau sudah seperti ini mereka menjadi orang yang tidak jelas statusnya, kasihan juga sebenarnya, secara tegas kita akan membiarkan saja, karena itu sudah resiko,” lanjut Taufiq

Namun meski begitu, pihaknya juga tetap akan memegang prinsip kemanusiaan dalam penanganan eks anggota ISIS , terutama bagi wanita dan anak-anak.

“Itu ada balita, anak-anak dan wanita, jadi kita akan memperlakukan mereka  sebagaimana  kepada pengungsi. Tapi untuk menerima kembali mereka maka harus ada deradikalisasi secara sangat super intensif karena mereka sudah tercetak terdoktrin dalam.

“Bayangkan, mereka rela meninggalkan Indonesia bukan karena ekonomi namun demi ideologi,  jadi mereka sudah tidak mengakui Indonesia sebagai negaranya,” kata Taufiq.(seputarbanjar.com/m.anhar)

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita lainnya

%d blogger menyukai ini: