Kirah, Pelaku Pembunuhan Dan Kekerasan Seksual Kepada Anak SD Diancam Hukuman Mati

Kapolres Banjarnegara IGA Permana Purbawa menunjukan salah barang bukti pelaku untuk melakukan pembunuhan terhadap korban(foto/m.anhar)

Kirah, Pelaku Pembunuhan Dan Kekerasan Seksual Kepada Anak SD Diancam Hukuman Mati

 

 

SEPUTARBANJAR.COM.BANJARNEGARA – Kirah Alias Bolot (33) tersangka pembunuhan berencana dan tindak kekerasan seksual terhadap korban MR (13) seorang siswa SD di Dukuh Kenteng Desa Prigi Kecamatan Sigaluh Banjarnegara dijerat dengan pasal berlapis. Pelaku pun terancam hukuman mati atas perbuatan sadisnya itu.

Hal tersebut  disampaikan Kapolres Banjarnegara AKBP IGA Perbawa Nugraha kepada para wartawan pada Konferensi Pers di Mapolres Banjarnegara Kamis (13/2/2020).

“Tersangka diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup. Karena selain melakukan kekerasan terhadap anak hingga menyebabkan kematian, juga ada pelecehan seksual hingga pembunuhan yang dilakukan berencana,” katanya.

IGA menambahkan tersangka Kirah akan dikenakan Pasal berlapis yaitu 80 ayat 3 dan Pasal 82 ayat 1 jo Pasal 76 huruf (e) Undang-undang No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

Kemudian Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, dan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku sehat tidak ada gangguan jiwa, motif pelaku menghilangkan nyawa korban adalah ingin melakukan pelecehan seksual.

“Tersangka melakukan pembunuhan untuk memuaskan nafsu tersangka. Berdasarkan hasil visum, ada bekas luka pada tubuh korban akibat kekerasan seksual yang dilakukan pelaku,” lanjutnya.

Lebih jauh IGA menjelaskan, pelaku diduga mengalami disorientasi seksual. Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan dua ahli tentang kejiwaan, pelaku dinyatakan normal.

“Kalau secara kejiwaan sudah diperiksa ada dua ahli, dan tersangka dinyatakan normal atau waras, tetapi ada kemungkinan dia mengalami disorientasi seksual. Kami akan mendatangkan dua ahli lagi untuk memeriksa tentang disorientasi seksual itu,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya bocah SD berusia 13 tahun ditemukan tewas mengenaskan dengan luka luka sayatan dan bekas cekikan di bagian leher korban di kebun durian di Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara, Senin (3/2) lalu. Mayat korban ‘disembunyikan’ di gundukan sampah dan daun.

 Warga sempat mencari korban karena tak pulang ke rumah selama tiga hari. Terdapat luka sayatan dan bekas cekikan di bagian leher korban. Jasad korban kemudian diautopsi di RSUD Banjarnegara dan setelah itu dimakamkan.(seputarbanjar.com/m.anhar)

 

Berita lainnya

%d blogger menyukai ini: